Tips menghindari anak dari hoax

Tips menghindari anak dari hoax

ilustrasi hoax (ANTARA News/Handry Musa/2017)
Jakarta (ANTARA News) – Anak yang hidup di masa kini, lebih akrab dengan gadget daripada orang tuanya saat di usia yang sama.

Penyebaran arus informasi yang begitu cepat berpotensi dialami anak ketika berselancar di dunia maya, termasuk di dalamnya berita bohong maupun yang bersifat provokatif.

Psikolog keluarga Annelia Sari Sani, saat ditemui di sebuah acara diskusi, Kamis, berpendapat orang tua tidak boleh gagap teknologi menghadapi anak yang hidup di era digital. 

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat anak mencari informasi di dunia maya.

1. Dampingi anak
Orang tua sebaiknya selalu berada di samping anak ketika mereka menggunakan gadget. Mendampingi berarti benar-benar memperhatikan apa saja aktivitas anak di dunia maya, bukan berada di samping tetapi sambil bermain gadget sendiri.

2. Diskusi
Ketika menemukan berita yang diduga tidak benar atau bersifat tidak baik, ajak anak untuk berdiskusi, misalnya dengan bertanya bagaimana pendapatnya tentang berita itu dan dari mana sumbernya.

Anak usia 10 tahun menurut Annelia sudah dapat diajak berdiskusi. 

3. Tanamkan nilai-nilai keluarga

Menanamkan nilai-nilai keluarga sedini mungkin sangat penting karena anak akan terus membawanya meski pun dia berada di luar lingkungan rumah. Ajarkan juga bahwa setiap keluarga memiliki nilai yang berbeda dan harus tetap menghormati perbedaan tersebut.

4. Manfaatkan “parental control”

Pilih gadget yang ramah anak karena  memiliki fitur “parental control”. Orang tua dapat mengatur apa saja yang dapat diakses perangkat tersebut.

(Baca juga: Strategi melawan hoax)

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar