Uber Caplok Pencipta 'Ghostrider'

Uber Caplok Pencipta Ghostrider  Foto: GettyImages
Jakarta – Uber rupanya serius melirik ranah mobil otonom. Perusahaan asal San Francisco, California, Amerika Serikat ini, mengakuisisi Otto, startup yang mengembangkan mobil tanpa sopir.

Dijelaskan CEO Uber Travis Kalanick, Otto adalah startup teknologi beranggotakan 90 orang yang memiliki misi mengubah cara transportasi, dimulai dari truk otonom.

Dengan akuisisi ini, pendiri Otto Anthony Levandowski kini langsung berada di bawah Kalanick dan bersama Uber mengembangkan transportasi otonom untuk keperluan transportasi pribadi, pengantaran maupun truk.

Di dunia kendaraan otonom, Anthony Levandowski lekat dengan robot motor Ghostrider. Penemuan pertamanya tersebut kini dipamerkan di museum Smithsonian, Washington, Amerika Serikat.

“Anthony adalah salah satu teknisi kendaraan otonom terkemuka di dunia. Selain itu, yang tak kalah penting, dia adalah pengusaha andal,” puji Kalanick.

Bagi Kalanick, integrasi ini berarti besar. Tak sekadar bersatunya dua perusahaan, tetapi sekaligus membuat interaksi antara dunia fisik (atom) dan informasi (bit: satuan informasi dalam sistim notasi biner di dunia informatika) kini semakin nyata.

Dikatakannya, untuk menghadirkan layanan digital ke dunia nyata, mereka harus membangun logistik yang canggih, kecerdasan buatan dan sistem robotik yang membantu menggerakkan manusia dan barang dari titik satu ke titik lainnya.

“Bersama, kami kini memiliki tim teknisi kendaraan otonom terkuat di dunia. Truk dan mobil otonom yang sudah mengaspal di jalan berkat Otto dan Pusat Teknologi Tinggi Uber di Pittsburgh,” sebutnya seperti dikutip dari situs Uber, Jumat (19/8/2016).

Dia menambahkan, dalam enam tahun terakhir, Uber telah melihat betapa besar dampak smartphone pada transportasi serta bisnis pesan antar. Saat orang bisa menyentuh tombol untuk mendapatkan tumpangan yang andal dan terjangkau, perubahan ke arah yang lebih baik, terjadi dengan lebih cepat.

Layanan ridesharing diklaimnya membantu mengurangi kasus mabuk sambil berkendara, melengkapi transportasi publik, mengantar orang ke tempat-tempat yang tidak terjangkau transportasi publik, dan lambat laun akan mengganti kebutuhan kepemilikan kendaraan pribadi.

Yang paling penting lagi, smartphone telah membuat carpooling massal menjadi kenyataan. Dengan mengangkut lebih banyak orang dalam lebih sedikit kendaraan, bisa mengurangi kepadatan lalu lintas dan polusi di kota-kota kita.

Dalam kesempatan yang sama, Uber juga mengumumkan kemitraan dengan Volvo. Kolaborasi dengan Volvo menjadi penting, terutama dalam hal keamanan kendaraan otonom.

“Untuk melakukannya dengan baik sangatlah sulit, ini saya sadari saat saya pertama kali mengunjungi pabrik pembuatan mobil beberapa tahun lalu. Dengan menggabungkan teknologi otonom Uber, Otto dan Volvo dengan kendaraan dan teknologi keamanan Volvo yang canggih, kami akan mencapai masa depan itu lebih cepat dibanding melakukannya sendiri,” sebutnya.
(rns/ash)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar