Wagub : Citynet dorong pembangunan kota lebih maju

Wagub : Citynet dorong pembangunan kota lebih maju

Dokumentasi: Mobil Internet Terbengkalai Seorang petani menyiram tanaman di ladang miliknya di samping puluhan Mobil Pusat Internet Kecamatan (MPLIK) yang terparkir di Jalan Usaha Bersama, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (20/5/2016). (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang) ()
Banjarbaru (ANTARA News) – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan mengatakan, keberadaan Citynet mendorong pembangunan perkotaan menjadi lebih maju terutama bagi kota-kota anggota organisasi itu.

“Kami yakin Citynet Indonesia mampu menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman membangun kota yang lebih baik dan lebih maju,” ujarnya di Kota Banjarbaru, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan wagub pada seminar dan “sharing best practice” citynet Indonesia membahas tentang pengembangan kota sehat dan pengelolaan rumah sakit.

Menurut wagub, Citynet telah memberikan kontribusi konkrit dalam peningkatan kualitas ruang kehidupan sesuai dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan berkelanjutan.

“Jaringan kerja sama antar kota di Indonesia selayaknya dijadikan model dalam membangun kerja sama antar provinsi maupun antar kabupaten di Indonesia,” ungkapnya.

Ditekankan, perkembangan perkotaan yang berkembang pesat perlu diimbangi upaya peningkatan kapasitas pemerintah kota dalam menata kota berwawasan lingkungan berkelanjutan.

“Pembangunan berkelanjutan menjadi tujuan utama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kota dituntut memiliki solusi-solusi cerdas dan kreatif untuk menjawab tantangan kota,” ucapnya.

Disebutkan, Kota Surabaya dan Kota Bandung pantas dijadikan percontohan pembangunan perkotaan karena prinsip dasar pembangunan dua kota itu sudah berjalan dengan baik.

“Surabaya dan Bandung pantas jadi percontohan karena sudah terbangun kemandirian, terjamin keberlanjutan dan harmonisasi keragaman,” ujar mantan wali kota Banjarbaru itu.

Dikatakan, keterlibatan pemerintah kota di Citynet membuat pembangunan perkotaan yang sudah bagus menjadi sumber inspirasi dan diadaptasi secara luas kota-kota anggota organisasi itu.

“Harapan kami, seminar ini menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman empirik dalam menata kota yang berbasis kearifan lokal sesuai ciri khas masing-masing,” kata dia.

Seminar yang berlangsung di sebuah hotel itu dihadiri 22 kepala daerah yang menjadi anggota Citynet di Indonesia termasuk Senior Program Officer Citynet Asia Pasifik di Seoul Stefani Widorini.

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani pada kesempatan sharing menyampaikan best practice penataan Sungai Kemuning yang dilakukan pemkot sehingga menjadi lebih baik dan tertata.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

About The Author

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar