Warga Makassar Tonton Gerhana Matahari di Pantai Losari

Selasa, 08 Maret 2016 | 20:24 WIB


Warga Makassar Tonton Gerhana Matahari di Pantai Losari

Suasana pantai Losari usai shalat subuh, beberapa warga memanfaatkan momen tersebut untuk bercengkrama dan berjalan-jalan bersama sanak saudara serta keluarga. Makassar, 21 Juni 2015. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Makassar – Warga Kota Makassar antusias menyaksikan fenomena alam langka gerhana matahari parsial pada Rabu, 9 Maret 2016. Sekitar 50 ribu warga Kota Makassar bakal hadir menyaksikan langsung gerhana matahari parsial di Anjungan Pantai Losari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Mohammad Ismounandar, mengatakan perayaan menyambut gerhana matahari parsial memang sengaja dipusatkan di pantai yang menjadi ikon wisata Makassar itu. Di sana, kata dia, masyarakat akan menyaksikan bersama gerhana matahari parsial secara langsung dari layar yang telah disiapkan.

“Kami akan tayangkan detik-detik gerhana matahari secara live streaming dari gedung balai kota,” kata Ismounandar, Selasa, 8 Maret 2016.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Sulawesi Selatan telah menyiapkan dua buah teleskop di lantai 11 Gedung Balai Kota Makassar, yang akan digunakan untuk melihat gerhana matahari parsial. Gambar hasil penglihatan itu akan diproyeksikan langsung ke delapan layar besar yang telah disiapkan panitia di Pantai Losari.

Kegiatan nonton bersama itu dikemas dalam acara bertajuk Festival Gerhana Matahari Makassar; Battu Ratema’ Ri Bulang (Aku Sudah Datang Dari Bulan). Acara akan dimulai sejak pukul 06.00 Wita hingga gerhana matahari parsial selesai pada pukul 10.00 Wita.

Ismounandar menyebutkan masyarakat juga akan melaksanakan zikir dan salat gerhana berjamaah di lokasi acara. Salat akan dilaksanakan saat gerhana mulai terjadi.

“Kami sudah mengimbau warga untuk menggunakan baju muslim putih dan membawa sajadah dari rumah,” kata dia.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan pihaknya telah mengimbau seluruh pelajar di Makassar untuk ikut hadir melaksanakan salat berjamaah dan menonton gerhana bersama. Tujuannya, agar mereka mendapat pengetahuan tentang gerhana matahari dan semakin mendekatkan diri pada Tuhan.

“Meski hari libur, kami tetap minta mereka ikut menyaksikan gerhana dan salat bersama,” kata Danny.

Warga Kota Daeng juga bisa mengikuti lomba foto dan meramaikan tanda pagar #MakassarGerhana2016. Danny menargetkan perayaan menyambut gerhana matahari ini bisa menjadi trending topic dan menjadi semeriah perayaan di wilayah yang mendapati gerhana matahari total, seperti di Palangkaraya, Palu, Bangka Belitung, dan Ternate.

“Kami juga nanti akan foto bersama menunjuk gerhana. Lalu kami minta posting di medsos biar perayaan gerhana di Makassar juga meriah. Ini juga untuk city branding kita,” katanya.

Seusai menonton gerhana matahari bersama dan melaksanakan salat, kata Danny, masyarakat akan kembali disuguhi pertunjukan budaya berupa tari dan musik tradisional. “Kami memang sengaja menggabungkan unsur sains, agama, dan budaya sekaligus dalam festival ini,” ujar Danny.

Panitia telah melakukan berbagai persiapan di lokasi acara, di antaranya membersihkan lantai anjungan pantai yang akan digunakan salat gerhana bersama. Empat buah tabung penampungan air dan dua unit WC mobile juga telah disiapkan.

AWANG DARMAWAN

About The Author

Profile photo of Tempo

www.tempo.co adalah portal berita online dan offline yang terkenal dengan beritanya yang 'berani' dan menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan dengan investigasi yang terkenal 'tajam'.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar