Wii U Gak Laku, Nintendo Salahkan Harga & Tablet

https://i1.wp.com/us.images.detik.com/content/2015/06/23/654/155718_shigerumiyamoto_getty.jpg?w=1000Shigeru Miyamoto (gettyimages)
Jakarta – Eksekutif Nintendo sekaligus kreator dari Mario Bros, Shigeru Miyamoto angkat bicara seputar penjualan Nintendo Wii U yang lemah. Miyamoto yakin, hambatan tersebut lantaran harga perangkat yang cukup tinggi dan booming tablet.

Ya, ketimbang dua pesaingnya, PlayStation 4 dan Xbox One, Nintendo Wii U menjadi perangkat home konsol dengan penjualan terburuk. Sejak pertama kali diluncurkan di akhir tahun 2012 hingga bulan Mei 2015 kemarin, Wii U baru mencatat penjualan sekitar 9,5 juta unit. Angka tersebut jelas jauh berbeda dengan total penjualan PlayStation 4 yang meraih angka 22,3 juta unit sejak pertama kali dirilis di akhir tahun 2013 lalu.

Menurut Miyamoto, hal ini karena harga yang dibanderol untuk satu unit Wii U tidak lebih murah ketimbang PlayStation 4. Wii U sendiri ketika pertama kali dirilis memiliki label USD 300 untuk paket standar dan USD 350 untuk paket opsional.

“Sayangnya dengan perangkat sistem mutakhir kami, harga yang dibanderol pada akhirnya lebih tinggi dari yang kami harapkan.Tapi apa yang kami selalu berusaha lakukan adalah menemukan cara untuk mengadopsi teknologi baru semampu kami dan menawarkannya kepada orang-orang dengan harga yang bisa dijangkau,” papar Miyamoto seperti dilansir MCV dari NPR, Selasa (23/6/2015).

Ia menambahkan, dengan harga yang tidak jauh murah dengan PlayStation 4, orang pasti akan memilih perangkat dengan sistem yang lebih menarik tentunya. “Saya pikir dengan Wii U, tantangan kami adalah mungkin orang tidak mengerti dengan sistem yang dimiliki Wii U,” tambahnya.

Tak hanya bicara soal harga, Miyamoto turut menyindir soal pesatnya perkembangan tablet yang juga dianggap menjadi salah satu faktor penghambat Wii U dalam bersaing di pasar gaming.

Ya seperti yang diketahui, yang menjadi daya tarik Wii U adalah hadirnya tablet yang tak lain merupakan gamepad dari perangkat konsol itu sendiri. Sayang, Nintendo tidak mengantisipasi perkembangan tablet yang deras.

“Saya pikir sekali lagi sayangnya apa yang terjadi adalah tablet berevolusi dengan sangat cepat di pasaran. Fitur unik ini mungkin tidak sekuat ketika pertama kali kami mengembangkan perangkat ini,” pungkas Miyamoto.


(ash/ash)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar