WikiLeaks: NSA Mata-matai 3 Presiden Prancis

https://i2.wp.com/us.images.detik.com/content/2015/06/25/323/155029_107295922.jpg?w=1000(Getty Images)
Jakarta – WikiLeaks kembali mengungkap informasi mengejutkan terkait dengan aksi mata-mata yang dilakukan badan keamanan nasional Amerika Serikat, NSA (National Security Agency).

Data yang dibocorkan WikiLeaks kali ini mengklaim adanya aksi penyadapan terhadap tiga presiden Prancis, Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy dan Francois Hollande.

Wikileaks seperti dilansir USA Today, Kamis (25/6/2015), memaparkan bahwa aksi mata-mata ini dilakukan dalam kurun waktu 2006-2012. Detail ini disebutkan dalam berkas yang diberi judul Espionnage Elysee.

Salah satu dokumen NSA yang dibocorkan WikiLeaks antara lain menyebutkan adanya diskusi yang dilakukan Francois Hollande pada 2012, mengenai kemungkinan Yunani akan keluar dari zona mata uang euro.

Dokumen lain yang tercatat di 2011 memperlihatkan Nicolas Sarkozy berupaya melanjutkan perbincangan perdamaian di antara Israel dan Palestina, tanpa campur tangan Amerika Serikat.

Bocoran ini disebarluaskan surat kabar Prancis Liberation dan situs investigasi Mediapart. WikiLeaks tak lupa menampilkan pesan dari sang pendiri, Julian Assange.

“Warga Prancis berhak mengetahui bahwa pemerintahan terpilih mereka menjadi korban mata-mata dari negara yang mereka anggap sekutu,” demikian bunyi pesan tersebut.


(rns/ash)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar