XL Gaet Ericsson dan Huawei Geber 4,5G di 4 Kota

XL Gaet Ericsson dan Huawei Geber 4,5G di 4 KotaFoto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta – Operator seluler XL Axiata mulai mengomersialisasikan jaringan 4,5G di empat kota besar di Indonesia yang beroperasi di spektrum 1.900 MHz dengan lebar pita 20 MHz.

Keempat kota yang sudah mengusung teknologi 4T4R 4×4 MIMO itu adalah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Khusus di Jabodetabek, XL menggandeng Ericsson. Sedangkan di tiga kota lainnya, XL bersama dengan Huawei.

Menurut Vice President LTE XL Axiata Rahmadi Mulyohartono, base station yang sudah on-air di Jabodetabek saat ini berjumlah 500 eNode B, Bandung 400 eNode B, Surabaya 300 eNode B, dan Denpasar 200 eNode B.

“Hingga akhir tahun, di Jabodetabek akan menjadi 2.500 eNode B. Sedangkan tahun depan, kotanya akan ditambah. Salah satunya di Palembang demi menyambut Asian Games,” ujarnya di Grha XL, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Dengan teknologi ini, Rahmadi menjelaskan, kecepatan akses internet 4G yang telah kebagian teknologi dan coverage 4,5G bisa ditingkatkan hingga hampir dua kali lipat, serta koneksi yang jauh lebih stabil.

“Itu karena dengan 4T4R sinyal bisa ditangkap oleh empat antena. Namun saat ini smartphone yang sudah mendukung teknologi itu baru iPhone 7, Galaxy S7, dan Note 7,” ungkapnya.

Sedangkan bagi pelanggan 4G XL yang belum menggunakan ketiga smartphone premium itu masih bisa merasakan sinyal yang lebih kuat dengan dua antena melalui teknologi 2T2R.

XL sendiri saat ini telah mengomersialisasikan 4G di 88 kota di Indonesia. Dari total 44 juta pelanggan XL, delapan juta di antaranya sudah menggunakan akses 4G.

XL Gaet Ericsson dan Huawei Geber 4,5G di 4 Kota

Uji Coba Carrier Aggregation

Dalam kesempatan ini, XL dan Ericsson juga melangsungkan live demo keunggulan teknologi 4T4R di kantornya. Director Service Management XL, Yessie D. Yosetya mengatakan, hal ini demi memaksimalkan performa jaringan XL di era 4G LTE.

“Sebelumnya XL sudah melakukan ujicoba teknologi 4,5G lainnya, yaitu LTE Carrier Aggregation dengan tiga frekuensi 900 MHz, 1800 MHz dan 2.100 MHz,kemudian juga melakukan ujicoba LTE License Assisted Access,” ujarnya.

Pada pertengahan tahun ini XL juga sudah mulai melakukan implementasi 4T4R dengan 4×4 MIMO yang merupakan salah satu bagian dari teknologi 4,5G.

“Kami sadar, teknologi akan terus berkembang dengan cepat, dan karenanya kami pun harus menyesuaikan diri agar selalu terdepan dalam inovasi teknologi ini,” lanjut Yessie.

Ia pun memaparkan, secara teknis 4T4R merupakan teknologi untuk meningkatkan kecepatan akses data dan kestabilan layanan XL 4G LTE dengan menggunakan teknologi kombinasi multi signal, yaitu kombinasi empat sinyal transmit dan empat sinyal receive. Artinya, teknologi ini memancarkan data dengan kombinasi empat sinyal sekaligus dan menerima data dari kombinasi yang sama.

Dengan demikian, dibandingkan dengan teknologi sebelumnya (2T2R), kecepatan akses internet cepat 4G yang didapatkan pelanggan akan meningkat hingga hampir dua kali lipat dari kecepatan sebelumnya. Dengan 2×2 MIMO, kecepatan transfer data maksimum hanya mencapai hampir 150 Mbps.

“Yang menarik dari demo ini adalah dengan bandwidth yang sama, yaitu 20 MHz, kita bisa mendapatkan kecepatan transfer data yang tinggi, hampir mencapai 300 Mbps, atau tepatnya 270 MHz,” kata Vice President Network Ericsson Ronni Nurmal.
(rou/rns)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar