Kisah Kebangkitan Bukalapak: Dicuekin Tanpa Menyerah

Jakarta – Bukannya instan Bukalapak bisa dikenal seperti sekarang ini. Gelombang turun-naik harus dialami layanan e-commerce ini, mulai dari dicuekin sampai tak ada akses sama sekali ke situsnya.

Hal ini disampaikan sendiri oleh Achmad Zaky sebagai salah satu pendiri Bukalapak. Menurutnya saat awal-awal berdiri, tak ada sama sekali yang mau mengakses Bukalapak. Para pelaku UKM yang jadi target Bukalapak pun disebut Zaky tak sudi untuk ikut bergabung.

“99% UKM menolak. Tapi namanya entreprenuer, tekad kami bulat. Teknologi harus dimanfaatkan oleh UKM,” ujarnya ketika itu.

“Waktu kami dari pagi sampai tengah malam habis untuk mengajak berbagai kalangan usaha untuk bergabung Bukalapak. Seringkali kami tidur di garasi kecil kami di bilangan Haji Nawi, Jakarta Selatan. Weekend kami pun diisi dengan membangun Bukalapak, kadang refreshing sebentar ke Pondok Indah Mall, walau cuma bisa lihat-lihat saja, setelah itu balik ke garasi,” imbuh Zaky.

Malah di saat awal-awal berdiri, Bukalapak tidak memiliki trafik sama sekali. Adapun hanya tim mereka sendiri yang mengakses.

Tapi CEO Bukalapak ini tak pantang menyerah. Ia mencari cara bagaimana bisa menyakinkan pihak UKM dan konsumen yang saat itu masih belum akrab dengan bisnis online. “Kami menawari tiap hari, selain itu ngajakin teman-teman,” kenangnya.

Berkat usahanya terus-menerus, butuh sekitar 9 bulan sejak didirikan barulah perkembangan Bukalapak mulai kelihatan. Selain memiliki trafik yang cukup baik, jumlah penjualnya pun diklaim telah mencapai sembilan ribuan saat itu.

Seiring perkembangan internet yang makin cepat dan murah, serta meluasnya peredaran smartphone yang terjangkau, semakin kemari Bukalapak juga makin dikenal. Kini menjejaki 7 tahun sejak pertama kali didirikan, Bukalapak telah menjadi salah satu pemain e-commerce paling dikenal di Indonesia.

Dari kisah Bukalapak, terbukti kalau untuk mencapai suatu kebangkitan bukan suatu yang mudah. Butuh kerja keras dan waktu yang tak sebentar, namun pada akhirnya terbayar dengan memuaskan.

“Harus tetap dikembangkan dan diperjuangkan idenya. Percayalah inovasi yang dibuat dapat memberikan impact pada banyak orang dalam jangka waktu yang panjang,” tutur pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah ini. (yud/asj)

About The Author

Profile photo of Detik

Detik.com adalah portal berita online terbesar di indonesia yang menyediakan beragam macam berita dari politik, IT sampai kesehatan.

Related posts

Click on a tab to select how you'd like to leave your comment

Leave a Reply

Skip to toolbar